GUS YUSUF

KH Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang

Habib Syekh

Habib Syekh Solo bersama Gus Yusuf

Peduli Merapi

Penyerahan Bantuan peduli merapi

FASTA VAGANZA

Fasta vaganza dalam rangka Khaflah API Tegelrejo bersama band Five Minutes

Sabtu, 26 Juni 2010

5000 Bunga dibagikan peringati hari anti Narkotika sedunia



Oleh: Ika Fitriana

Fast Pojok Kota- Puluhan Pelajar dan Masyarakat Kota Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (26/06) siang membagikan sekitar lima ribu stiker dan rangkaian bungan kepada para pengguna jalan, aksi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari anti narkotika sedunia.

Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti Narkotika Dan Tawuran (Gepenta) Kota Magelang itu membagikan bunga di sejumlah titik keramaian di Kota Magelang, antara lain di Alon- alon Kota, Jalan Pemuda, Depan Rumah Sakit Jiwa Dr Soeroyo, serta di pertigaan pasar kebonpolo.

Koordinator aksi Abdurahman mengatakan, bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian warga masyarakat dengan semakin merebaknya pengguna Narkoba di Kota ini.

“Kita kerja sama dengan berbagai kalangan, termasuk pelajar, masisiwa serta pemerintah dan seluruh LSM di Kota Magelang, kita membagikan 5000 stiker dan karangan bunga,” jelas Abdurahman di Alon –alon Kota Mangelang (26/06)

Selian mebagi-bagikan bunga kepada setiap penguna jalan dan penjual dagangan di sekitar alun-alun, pelajar juga membagi-bagikan serta menempelkan stiker disetiap kendaran pribadi maupun umum.

Diharapkan dengan peringatan hari anti narkoba ini, warga masyarakat agar lebih peka terhadap peredaran narkoba sehingga bahaya naroba dapat cegah.(F1)


Jumat, 25 Juni 2010

Guide Borobudur Meninggal Terjatuh Dari Flying Fox



Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Budi Rahayu (42), seorang Guide warga Dusun Gendingan, Desa Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah, Jum’at (25/06) petang, terjatuh dari arena permainan flying fox, di arena permainan kawasan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB).

Budi Rahayu meninggal di Ruang unit Gawat Darurat RSUD Kabupaten Magelang pada pukul 15.50 menit, setelah sebelumnya juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah kabupaten magelang.

Dari data yang dihimpun di lapangan, Budi Rahayu meninggal dunia karena mengalami luka parah dibagian punggung, setelah dipastikan meninggal dunia, Jenazah budi rahayu kemudian dibawa pulang kerumah duka yakni di Dusun Gendingan, Desa Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah pada pukul 16. 10 menit menggunakan ambulan dari RSUD Magelang .

Menurut kesaksian teman kerja Budi, Aisyah, mengatakan bahwa sebelumnya almarhum sempat terlihat membawa tamu wisatawan dari Amerika serikat sejumlah empat orang, kemudian setelah tamu sampai di Candi borobudur, Almarhum turun untuk sholat jum’at.

“Kemudian setelah sholat jum’at, almarhum kembali lagi ke Taman Wisata candi borobudur, namun sebelum almarhum menemui turis yang dibawanya, terlebih dahulu almarhum melakukan percobaan terhadap permainan flying fox yang rencananya akan digunakan oleh para tamunya, namun naas, tali flying fox yang dugunakan terputus dan almarhum jatuh hingga tewas itu,” jelas Aisyah yang ditemui di rumah duka (25/06)

Sementara itu, hingga berita ini kami sampaikan, pihak pengelola Taman Wisata Candi Borobudur belum bisa dimintai keterangannya.(F1)


Minim Penguasan Bahasa Jawa, banyak peserta Duta Wisata Gugur



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Minimnya penguasaan bahasa jawa yang dimiliki remaja saat ini, menjadi mayoritas penyebab kegagalan peserta Duta Wisata Tahun 2010 di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magelang, Dian stya darma mengatakan, bahwa pada penutupan pendaftaran calon duta wisata 12 Juni yang lalu, pendaftar yang masuk sebanyak 75 oranbg, kemudian terkena seleksi – seleksi menjadi tinggal, 42 Peserta yang saat ini tengah dikarantina.

“Salah satu kelemahan dari para calon duta wisata ini adalah di bahasa jawa, mungkin nilai terendah itu ada dibahasa jawa, yang tidak masuk ke final, para finalis ini juga banyak yang jatuh di bahasa jawa,” Jelas Dian Di Magelang (25/06)

Banyaknya calon duta wisata yang terganjal karena bahasa jawa yang dinilai kurang ini, menurut Dian juga menuntut dinas pendidikan setempat, agar hal ini menjadi perhatian khusus.

“mungkin untuk dinas pendidikan ini menjadi perhatian khusus ya, disatu sisi juga bahasa Indonesia yang baik dan benar itu selalu diangkat betul-betul, tetapi sisi regionalnya, yaitu Kabupaten Magelang yang masih kental dengan bahasa jawa ini tetap harus dilestarikan,” pungkasnya.

Materi penilain dalam pemilihan duta wisata ini, meliputi pengetahuan umum, pariwisata dan kebudayaan, pemerintahan. Kepribadian, modal dan etika, kemampuan bahasa (Jawa, Indonesia, Inggris). Pemahaman tentang ngadi busana, ngadi sarira, serta kemampuan berbicara di depan publik.(F1)


Terganjal Perbup, Serapan Dana Jamkesda Minim


Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Belum adanya revisi peraturan bupati (Perbup) tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di Kabupaten Magelang, berdampak pada minimnya penyerapan dana Jaminan Kesejahteraan Daerah (Jamkesda). Hingga bulan juni lalu, baru Rp 531 juta anggaran yang terserap dari totol Rp 3,7 miliar yang disediakan. Atau hanya sebesar 14,3 persen.

Ketua DPRD Kabupaten Magelang Susilo, mengatakan Perbup Magelang nomor 47 tahun 2009 tentang Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin sudah tidak relevan dengan quota anggaran jamkesda yang disepakati.

Menurut Susilo, Rp 3,7 miliar itu untuk menggratiskan seluruh biaya berobat warga miskin, tapi karena dasar pencairan masih menggunakan perbub tersebut sehingga pasien miskin baru mendapat bantuan 50 persen dari totol biaya.

“Hingga 22 Juni 2010 lalu, dana Jamkesda baru digunakan Rp 429,7 juta ditambah adanya tagihan Rp 102 juta dari RSU Tidar Kota Magelang, Artinya, hingga 22 Juni 2010 lalu, dana Jamkesda baru terserap sekitar Rp 531 juta. Sangat jauh dari dana Rp 3,7 miliar yang kita gelontorkan untuk Jamkesda.

Untuk itu, DPRD Kabupaten Magelang mengharapkan pemerintah setempat, untuk segera melakukan revisi perbub itu.

Sebagaimana diketahui, dana Rp 3,7 miliar telah disepakati untuk pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin melalui Jamkesda. Dimana pada tahun 2009, dengan jumlah warga miskin sekitar 14.000 orang.(F1)


Kenaikan Tarif Air Minum Diperkirakan Mencapai 85%


Oleh: Ika Fitriana

Fast Pojok Kota- Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk industri antara 5 – 15% awal Juli mendatang, berimbas pula pada kenaikan tarif air minum Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kota Magelang.

Rohadi, Kepala Bagian Umum dan Administrasi PDAM Kota Magelang menyebutkan, kenaikan tersebut diperkirakan mencapai 70% - 85%. Atau berkisar dari Rp. 750,- menjadi Rp. 1.300 - Rp 1.400/m3.

"Kalau tidak segera dinaikkan, sudah dipastikan PDAM akan mengalami kerugian" Jelas Rohadi kepada Fast Fm (25/06)

Menurut Rohadi, kenaikan itu, saat ini telah diusulkan ke pemerintah daerah Kota Magelang. Pihaknya berharap usulan kenaikan itu bisa direalisasikan sebelum pergantian walikota Magelang yang baru. Pasalnya, dikhawatirkan apabila walikota sudah ganti, maka kenaikan tersebut akan tertunda, dan akan berdampak pada kerugian PDAM yang terus menerus.

Untuk diketahui, saat ini, tarif dasar air minum di Kota Magelang untuk golongan A1 sebesar Rp750/m3, A2 Rp 1.025 dan A3 Rp 1.425 untuk per 0-10 m3.

Adapun jumlah pelanggan air PDAM Kota Magelang, mencapai 24.798 orang terdiri dari pelanggan di Kota Magelang sebanyak 22.466 dan di Kabupaten Magelang seperti Mertoyudan, Bandongan dan Secang sebanyak 2.332 pelanggan.(F1)


Di Magelang, Beras Naik Rp 1000 / Kg



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Harga sembilan bahan pokok (Sembako) di Kabupaten Magelang mulai merangkat naik, komoditas beras dan beragam sayur mayur mendominasi kenaikan harga sembako itu.

Dari pantauan di Dua Pasar Tradisional Kabupaten Magelang, yakni Borobudur dan Srumbung, harga beras mengalami kenaikan dari mulai Rp 500 hingga Rp 1000 per kilo gramnya. Dari semula Beras jenis ciganjur seharga Rp 5.600 / Kg, kini meningkat menjadi Rp 7.000 / Kg.

Sedangkan beragam bumbu dapur yang paling nampak kenaikannnya terjadi pada bawang merah dan bawang putih yang kenaikannya mencapai Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu per kilogramnya. Bawang merah misalnya, semula Rp 9 ribu per kilo gram, kini berubah menjadi Rp 16.000 / Kg.

Menurut Asriatun, Pedagang sembako di Pasar Tradisional Srumbung mengatakan, bahwa kenaikan harga tersebut sudah terjadi sejak seminggu yang lalu, namun ia tak mengetahui penyebab pasti kenaikan itu.

“Ya diperkirakan satu minggu, kalau penyebabnya sendiri kenapa buk? ya ndak tau, tapi kalu saya ya biarpun bagaimana ya harus beli karena untuk dijual lagi,” jelas Asriatun yang ditemui ditempat jualannya (24/06)

Sementara untuk komoditas lain seperti telur ayam ras yang semula Rp 10 ribu per kg, sejak seminggu ini meningkat menjadi Rp 13.000 / Kg, sedangkan untuk minyak goreng terutama untuk jenis curah tetap pada posisi Rp 10 ribu per kilo gram, dan tidak mengalami kenaikan.(F1)


Kamis, 24 Juni 2010

Musim Liburan, Borobudur Targetkan 400 Ribu Pengunjung



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Memasuki liburan sekolah, Candi Borobudur mulai ramai dikunjungi wisatawan terutama pelajar. Pihak Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) menargetkan sebanyak 400 ribu pengunjung dalam bulan juni ini.

Kepala Unit TWCB, Pujo Suwarno mengatakan jumlah pengunjung di obyek wisata budaya dunia ini selalu meningkat pada musim liburan sekolah. Peningkatan signifikasn terjadi mulai tanggal 12 Juni yang mencapai 22 ribu pengunjung dalam satu hari.

Dibanding jumlah pengunjung yang pada hari sebelumnya rata-rata 5.000
pengunjung perhari, dalam liburan kali ini meningkat menjadi rata-rata 15.000. Bahkan, pada hari Minggu (13/juni lalu), wisatawan mencapai 31.000 orang dalam sehari.

”Untuk menyambut pengunjung pada musim liburan ini, kami juga menyediakan berbagai atraksi serta pentas seni, semua itu dilakukan tentunya dengan tujuan untuk menambah kepuasan para pengunjung candi borobudur,” jelas Pujo di kantornya (24/06).

Dari data yang Fast FM peroleh di taman wisata candi borobudur, Setiap harinya, sejak libur sekolah, pengunjung pelajar mendominasi yakni mencapai 10.000 pelajar (70%). Kemudian Sekitar 3.000 orang (19%) terdiri wisatawan umum dan anak, serta sekitar 500 orang terdiri wisatawan mancanegara.

Untuk diketahui, harga tiket masuk di Candi Borobudur untuk pelajar Rp11.000. Tiket umum Rp15.000 pada hari Senin-Jumat, dan Rp17.500 pada hari Sabtu-Minggu.(F1)


11 Orang Akan Bersaksi Di MK Pada Sidang Kasus Pemilukada Kota Magelang



Oleh: Ika Fitriana

Fast Pojok Kota- Berkaitan dengan gugatan perselisihan hasil pemilukada Kota Magelang
tahun 2010 ke Mahkamah Konstitusi (MK) RI, Kamis (24/06) 11 saksi berangkat
ke MK Jakarta, untuk memberikan keterangan terkait kasus tersebut.

Mereka adalah anggota KPU Divisi Pencalonan, Bagus Triwiyono, Divisi Sosialisasi Haryono, Ketua PPK Magelang Utara, Magelang Tengah, dan Magelang Selatan, 3 orang dari Tim Pemantau Independent FORBES, serta saksi dari pasangan calon walikota Budiyarto-Titik Utami.

”Mereka termasuk saya, akan mengahadiri persidangan ke-2, yang dijadwalkan besok siang, dengan agenda tanya-jawab kesaksian,” jelas Bagus sebelum berangkat (24/06).

Sebelumnya, Lima anggota dan secretariat KPU Kota Magelang telah menjalani sidang pertama di MK, dengan agenda gugatan tuduhan pelanggaran pasal 58 ayat jo UU nomor 32 tahun 2004. KPU juga telah menunjuk penasehat hukum yaitu bambang tjatur iswanto

”KPU siap menerima apapun hasil keputusan sidang MK,” pungkasnya.(F1)


Kontingen Kecamatan Salam Jura Satu MTQ Kabupaten Magelang



Oleh Ahmad Muslim

Fast Pojo Kota- Kontingen Kecamatan Salam berhasil keluar sebagai juara umum dalam Musabaqoh Tilawatil Quran Pelajar XXVI dan STQ XXI tingkat Kabupaten Magelang.

Kemenangan kontingen Salam ini setelah berhasil mengumpulkan nilai juara I di 6 cabang yang dilombakan, dengan total poin 53, Sedangkan juara umum ke dua diraih kontingen asal Kecamatan Ngluwar dengan perolehan total poin 24 . sedang untuk juara umum ke tiga diraih kontingen kecamatan Mungkid dengan perolehan total poin 22.

MTQ, STQ, MHQ tingkat Kabupaten Magelang tahun 2010 resmi ditutup oleh Asisten Bupati Magelang bidang Ekobang dan Kesra Dwi Agus Indarjo, yang mewakili Bupati Magelang yang bertempat di pendopo drh. Soepardi.

Dwi Agus Indarjo, dalam sambutannya mengatakan dengan selesainya MTQ tercipta generasi-generasi Qur’ani yang berpedoman pada ajaran-ajaran Allah yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Hadist.

“Saat ini banyak generasi muda yang tergerus arus globalisasi dimana teknologi informasi semakin mudah diakses dan rentan meniru serta mencontoh budaya-budaya yang tidak sesuai dengan budaya kita dan menyimpang dari ajaran Al-Qur’an yang tentu saja menyimpang dari norma agama dan norma budaya,” paparnya.

Oleh sebab itu jadikan MTQ ini sebagai acuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan jalan memahami isi kandungan dari Al-Qur’an dan ajaran-ajarannya.

Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 309 orang dengan rincian MTQ pelajar 221 orang, STQ 88 orang dan persentase kehadiran 97 %.(F1)


BNNK Magelang, Deklarasikan GEPENTA



Oleh: Ika Fitriana

Fast Pojok Kota- Sebagai upaya menekan lajunya peredaran narkoba di wilayah magelang dan sekitarnya, kamis (24/06), bertempat di Gedung Wanita Magelang, Badan
Narkotika Nasional Kota (BNNK) Magelang mendeklarasikan Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba dan Tawuran (GEPENTA).

Gerakan tersebut memiliki empat pokok visi dan misi, antara lain pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi dan social control terhadap penyalah gunaan dan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang di tingkat paling bawah.

Gepenta beranggotakan sejumlah pelajar, mahasiswa dan aktivis yang concern terhadap narkoba.

Ketua dewan pimpinan Gepenta Kota magelang, Nugi menjelaskan kepada Fast FM, kedepan Gepenta akan berkerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan lembaga-lembaga terkait, untuk aktif sosialisasi mengenai bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang. Baik di tingkat anak-anak, pelajar maupun masyarakat umum lainnya.

“Magelang harus bersih dari narkoba, itu visi misi kami” jelas Nugi kepada Fast FM usai deklarasi.

Kedepan Nugi berharap, gerakan tersebut bisa memberikan sumbangsih dalam meberantas narkoba di wialyah magelang dan sekitarnya

Dalam deklarasi tersebut, dhadiri oleh Wakil Walikota Magelang, Nur Muhammad, perwakilan dari POLRESTA Magelang, sejumlah lembaga anti narkoba seperti KOMGANAZ, serta perwakilan pelajar dan mahasiswa seluruh Kota Magelang.(F1)


Keluarga Tersangka Teroris Tertutup



Oleh Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Kediaman keluarga tersangka teroris Yuli Tarsono di Perumahan Bidan Desa Karang Dalem, Kelurahan Kledung, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo Terlihat Sepi.

Istri tersangka teroris Istihanah yang dikenal sebagai penjaga kounter HP di alun alun Kota Klaten, juga enggan menemui wartawan yang hendak meminta konfirmasi atas tewasnya suaminya.

Bukan hanya wartawan yang ditolak keluarga untuk berkunjung, bahkan masyarakat sekitar yang hendak bersilaturahmi pun, juga tidak diterima pihak keluaraga.

“Ampun sakniki mas, ndak nganggu anak kulo, ngenjeng mawon nggeh.. (jangan sekarang mas, saya takut menggangu anak saya, besok saja) kata Istianah Istri korban kepada wartawan (Rabu 23/06) malam.

Sementara itu, salah seorang warga Dedi Riyanto, mengatakan, bahwa dirinya sempat menyaksikan dua orang yang diduga anggota densus 88 mabes polri mendatangi kediaman bidan desa tersebut pasca tewasnya yuli tarsono rabu petang.

“Jam 08.00 tadi saya sempat melihat Dua orang tidak dikenal yang datang kerumah yuli (Yuli Tarsono=Red) dengan menaiki mobil Panter hitam, mungkin Polisi,” papar Dedy.

Yuli tarsono yang lahir di Kebumen 02 Mei 1977 ini, sebelum desersi dari kesatuannya di angkatan darat, dikenal warga setempat sebagai orang yang ramah kendati jarang dirumah dan kerap mengadakan pengajian.(F1)


Polresta Magelang Razia Terorisme, Dua Laptop Turut Diamankan Petugas



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Untuk mengatisipasi masuknya, serta meminimalisir anggota teroris kelompok Abdullah Sonata yang tertangkap Densus 88 Di Kabupaten Kelaten Rabu (23/06) petang kemarin. Semalam, Jajaran Kepolisian Resort Kota Magelang menggelar razia terorisme.

Satu demi satu kendaraan roda dua atupun roda empat dihentikan oleh petugas gabungan dari Polresta magelang, Petugas memeriksa surat-surat kedaraan serta barang bawaan yang mencurigakan, yang dibawa oleh penguna kendaraan.

Razia ini digelar di jalan Soekarna Hatta, Kota Magelang, yang juga sebagai jalur menuju arah Kota Semarang dan Salatiga.

AKP Nurhartono yang mimimpin razia malam itu mengatakan, bahwa tujuan razia kali ini, sebagai bentuk antisipasi kejadian teroris di Klaten Rabu petang. Selain itu, juga untuk mempersempit ruang gerak anggota teroris.

“Sasaran kali ini oprasi Pekat (Penyakit Masyarakat=Red), serta menindak lanjuti kejadian – kejadian yang ada di Klaten, ya teroris itu, sasarannya yaitu mobil box dan barang-barang yang dicurigai oleh kepolisian,” jelas AKP Nurhartono di sela razia tersebut Rabu (23/06).

Dalam razia kali ini, Polisi berhasil memeriksa kendaraan roda dua sebanyak 74 unit, kemudian kendaraan roda empat sebanyak 32 unit. Sementara yang diamankan oleh petugas hingga pagi dini hari tadi adalah, sebuah STNK roda dua, kemudian kendaraan bermotor (KBM) roda empat sebanyak satu unit, serta dua buah Laptop.

Rencananya Razia semacam ini akan terus digelar oleh Jajaran Polresta Magelang, mengingat magelang merupakan jalur perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.(F1)


Rabu, 23 Juni 2010

Dinas Pendidikan Magelang Kekurangan 456 Guru SD



Oleh: Ahamad Muslim

Fast Pojok Kota- Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mengalami kekurangan tenaga pengajar terutama untuk Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di daerah ini.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Magelang, Ngaderi Budiono mengatakan, kekurangan Guru tersebut sebanyak 456 personil, sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) justru mengalami kelebihan, sehingga dinas pendidikan melakukan pemerataan guru ke SMA dan SMK yang ada.

“Ya benar, yang paling banyak adalah SD seperti yang anda tulis (456=Red), yang kedua, kedepan kita sudah melaporkan ke BKD, BKD nanti meneruskan untuk laporan ke Pusat, ya nanti mestinya dari pusat ada kuota, untuk jumlah guru untuk kabupaten berapa, tapi sampai sekatang belum diketahui, nah pengumuman itu nantinya mesti lewat CPNS,” jelas Ngaderi (23/06)

Selain melaporkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dalam rangka untuk mencukupi kekurangan tenaga pengajar itu, dinas pendidikan juga telah melakukan upaya untuk memberdayakan para tenaga Wiyata Bhakti di setiap sekolah yang ada, selain itu, dinas pendidikan setempat juga menerima mutasi pegawai dari luar daerah ke kabupaten magelang.(F1)


Tingkat Kebocoran Air PDAM Kota Magelang Mencapai 36%



Oleh: Ika Fitriana

Fast Pojok Kota- Tingkat kebocoran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang mencapai 36 persen. Tingkat kebocoran tersebut termasuk dalam kategori tinggi , sebab batas toleransi dari pemerintah daerah adalah 20%,

Kepala Bagian Instalasi PDAM Kota Magelang, rohadi mengungkapakan, hampir setiap 4 meter pipa PDAM di kota magelang mengalami kebocoran. Akibatnya pdam mengalami kerugian hampir 5 persen dari pendapatan per water meter.

Rohadi menjelaskan, kebocoran tersebut disebabkan antara lain oleh masalah teknis yaitu usia pipa jaringan yang sudah tua. Bahkan pipa yang dipakai saat ini adalah pipa peninggalan jaman belanda dan orde baru. Akibatnya pipa rapuh sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik..

“Selain itu, masalah pada water meter. Pencurian air dengan mengalirkan air tanpa melalui meteran air, serta kurangnya perawatan, dan sulitnya memeriksa jaringan pipa PDAM, itu juga jadi kendala kami,” jelas Rohadi (23/06)

lebih lanjut rohadi mengungkapkan, target pengurangan kebocoran dari 37 persen menjadi maksimal 20 persen dilakukan dengan penggantian pipa secara periodik, serta pengawasan ketat pdam terhadap kasus pencurian air.(F1)


KPU Magelang Lakukan Penelitian Langsung



Oleh: Ahmad muslim

Fast Pojok Kota- Dengan tujuan untuk meningkatkan kwalitas pemilihan umum di kabupaten magelang, terutama dari sisi tingkat partisipasi masyarakat, maka Komisi Pemilhan Umum (KPU) setempat akan mengadakan penelitian mengenai alasan masyarakat yang sudah memiliki hak pilih, namun tidak menggunakannya.

Dari data yang diperoleh di sekretariat KPU setempat, pada pemilu legislatif dan pemilu presiden tahun lalu, di kabupaten magelang terdapat 20% pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Ali wafa, Anggota KPU Kabupaten Magelang, divisi perencanaan, keuangan dan logistik, menjelaskan, bahwa masih tingginya angka Golput tersebut tidak serta merta membuat KPU berdiam diri, namun KPU sebagai komisi yang menangani masalah itu, mempunyai tanggung jawab untuk mencari tau penyebab pasti ketidakhadiran pemilih ke TPS.

“Kita ketahui bahwa ada sekitar 20% kurang lebih, warga magelang yang pada waktu itu mempunyai hak pilih, tapi tidak menggunakan hak pilihnya, sehingga dari KPU kita tidak berdiam diri, dalam rangka untuk perbaikan kedepan, kita berencana untuk mengadakan sebuah penelitian sebenarnya penyebabnya apa? Nah itu kan asumsinya banyak sekali, sehingga nanti dari hasil penelitian ini, kita akan menemukan sebab yang pasti,” kata Ali Wafa di Magelang (23/06)

Agar hasil penelitian nantinya lebih mempuyai tingakat validitas tinggi, serta dapat di pertanggungjawabkan, baik secara ilmiah maupun akademis, maka dalam penelitian nantinya, KPU akan menggandeng Mahasiswa dari Perguruan Tinggi di kabupaten magelang.

“Yang pada akhirnya nanti kita akan menyusun sebuah stategi kedepan agar pemilu lebih berkualitas lagi, dari sisi tingkat partisipasi penduduk, karena kita tahun 2013 akan mengadakan pemilukada, tahun 2014 akan mengadakan pemilu legislatif dan pemilu presiden,” pungkasnya.(F1)


Selasa, 22 Juni 2010

Pengunjung Museum Di Kota Magelang Meningkat



Oleh: Fitriana Ika

Fast Pojok Kota- Selain potensi wisata alam, museum merupakan potensi wisata unggulan di Kota Magelang. Seperti diketahui, akibat perkembangan global, museum saat ini kurang diminati masyarakat, khususnya para pelajar.

Oleh sebab itu, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DISPORABUDPAR) Kota Magelang menggelar program One Tour atau Satu hari Berwisata keliling Kota, yang dikhususkan untuk para pelajar dan instansi-instansi Kota Magelang.

Kepala Seksi Promosi Disporabudpar, Indri Astuti mengatakan, Program tersebut ternyata cukup efektif untuk meningkatkan pengunjung ke sejumlah museum di Kota Magelang. Terbukti Pada Triwulan terakhir jumlah pengunjung museum mengalami peningkatan, meskipun belum dikatakan signifikan.

“Di Museum Diponegoro misalnya, tercatat 4,125 pengunjung. Lalu Museum Bumiputra, tercatat 2,120 pengunjung, sedangkan museum Sudirman bisa mencapai 3,490 pengunjung. Sementara itu, museum BPK sebanyak 1,596, dan museum Abdul Jalil sebanyak 5,457 pengunjung, Diperkirakan jumalh pengunjung akan terus melonjak pada musim liburan ini,” Jelas Indri Astuti (22/06) di ruang kerjanya.

Lebih lanjut Indri menjelaskaan program tersebut telah diadakan rutin dua kali setahun. Diharapkan program tersebut bisa memotivasi masyarakat untuk lebih mengenal dan belajar sejarah serta meningkatkan rasa nasionalisme, khususnya para pelajar.(F1)


13 Tema Riset Peneliti Muda Magelang Masuk Nominasi RUD 2010



Oleh: Fitriana Ika

Fast Pojok Kota- Sebanyak 13 tema hasil atau proposal riset para peneliti muda Magelang masuk nominasi Riset Unggulan Daerah (RUD) 2010 yang diselenggarakan oleh Kantor Penelitian Pengembangan dan Statistik (Litbang dan Statistik) Kota Magelang.

Ke-13 tema tersebut adalah tema umum, namun mengandung unsur yang diprioritaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RJPM) Pemerintah Daerah. Antara lain, tentang peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin, peningkatan sumber daya manusia, pemantapan reformasi birokrai dan hukum, penguatan ekonomi domestik, kesehatan dan lain sebagainya.

Mereka berasal dari berbagai kalangan di Magelang, mulai dari masyarakat umum berasal dari Kelurahan Tidar, kalangan akademik dari UTM dan UMM, hingga perwakilan dari UPT kesehatan Kota Magelang, dan lain sebagainya.

Menurut Kasi Fispra Litbang dan Statistik, Didin Saefudin, RUD tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan peran sumber daya dan lembaga dalam membantu memecahkan permasalahan pembangunan daerah.

“Kota Magelang memiliki sektor produksi strategis, namun lemahnya penguasaan teknologi yang terkait, mengakibatkan sektor tersebut sulit dikembangkan. Oleh sebab itu RUD tersebut diharapkan menjadi solusi jangka pendek untuk memecahkan permasalah yang berkembang di masyarakat,” jelas Didin di Kantornya (22/06) kepada Fast FM

Selanjutnya, tema proposal tersebut akan dinilai oleh tim independen yang terdiri dari Dewan Riset Daerah (DRD) Jawa Tengah,Balitang Jawa Tengah serta pakar dari UNS Solo. Mereka yang lolos seleksi akan diberikan bantuan riset sebesar Rp 15 juta per proposal dari APBD Kota Magelang.(F1)


Massa Senen-Kholid Geruduk KPU Kota Magelang



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Dua ratus masa pendukung pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Magelang Senen Budi Prasetyo-Kholid Abidin ( Sendiko) Selasa (22/6) siang menggeruduk kantor KPU setempat, mereka memprotes penetapan pemenang pemilihan Walikota yang dilakukan oleh KPU.

Massa tiba di Sekretariat KPU pada pukul 10.00 wib, dengan menggunakan Puluhan Mobil dan puluhan Motor, selain berunjuk rasa, mereka juga menggelar aksi teatrikal.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi Nogroho, mengatakan, unjuk rasa tersebut berkaitan dengan lolosnya pasangan calon Sigit Widyonindito-Joko Prasetyo dalam seleksi syarat administrasi.

Padahal menurutnya, calon Wakil Walikota Joko, masih berhutang pada negara sebesar Rp 6,2 juta. Dengan hutang ini, semestinya Joko tak bisa mengantongi surat bebas hutang dari Pengadilan Negeri Kota Magelang yang menjadi syarat pencalonan.

Masa juga mendesak KPU untuk menghentikan seluruh tahapan pemilihan hingga ada keputusan pasti dari Mahkamah Konstitusi terkait kasus ini.

“ Drs H Senen Budi Prasetyo Se. M.Si, dan Kholiq Abidin ST bersepakat menyerukan kepada komisi pemilihan umum daerah magelang untuk menghentikan semua tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Magelang,” Teriak Nugroho disambut sorak sorai ratusan pendemo.

Sementara Ketua Divisi Pencalonan Komisi Pemilihan Umum Kota Magelang Bagus Triwiyono mengatakan verifikasi persyaratan yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur pencalonan. Bahkan verifikasi itu dilakukan secara terbuka dengan mengundang masing-masing tim sukses pasangan calon, panitia pengawas dan masyarakat.

“ya itu sesuai dengan hasil pemikiran mereka itu terserah, tuntutan, tapi kan kepurusannnya itu tetep pada hukum,” jelas Bagus.

Dalam penetapan hasil, Senin (14/6) lalu, KPU menyatakan pasangan Sigit-Joko unggul dibanding tiga pasangan lain dengan perolehan suara sebanyak 27.170 (43,53 persen). Adapun pasangan Senen-Kholid mengantongi suara yang lebih sedikit, yakni sebesar 22.909 (36,70 persen).(F1)


Senin, 21 Juni 2010

Oleng, Truk Tronton Masuk Jurang



Oleh Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Akibat mengalami oleng, sebuah truk tronton dengan Plat No H 12926 BY bermuatan meubel, terperosok terjun dari jembatan setinggi 15 meter dijalur Jogjakara-Magelang tepatnya di jembatan pabelan, Kecamatan muntilan.
akibat dari kejadian tersebut, Dua penumpang mengalami patah kaki dan lengan.

Menurut saksi mata. Mita, mengatakan kejadian tersebeut terjadi sekitar pukul 15.30 wib, sebelumnya dari arah timur truk tronton melaju dengan kecaepatan tinggi sesampai di jembatan tiba-tiba truk oleng dan terjun dari jembatan, sebelum terjun truk sempat menabrak pembatas jembatan.

”Bodi tronton masuk terlebih dahulu setelah itu, baru badan bagian depan,” terang warga Pabelan Kecamatan Muntilan (21/06)

Sementara Itu menurut korban selamat Dini Suharna, mengaku kejadian tersebut berlangsung cepat, tanpa sebab yang jelas tiba-tiba truk bagaian belakang oleng, dan langsung terjun dari jembatan. Namun beruntung dirinya tidak mengalami luka yang serius.

”Tidak tahu, tiba-tiba mobil oleng dan menabrak pembatas. Saat itu saya hanya memejamkan mata, tiba-tiba sudah ada di atas jembatan. Sedangkan kedua teman saya ikut jatuh ke sungai,” kata Deni

Akibat kecelakan ini mengakibatkan arus lalu lintas tersendat, kini kasus kecelakan tersebut masih diselidiki oleh satuan lalu lintas Polres Magelang.(F1)


Pemkot Magelang Akan Berikan Kartu Pegawai Elektronik



Oleh: Fitriana Ika

Fast Pojok Kota- Pemerintah Kota Magelang melalui Badan Kepegawaian Daerah atau BKD, tahun ini akan memberikan Kartu Pegawai Elektronik (KPE ) kepada seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Magelang.

Menurut Wikan Kanugroho, Kepala Sub Bidang Data, Informasi dan Monitor Pemerintah Kota Magelang, KPE tersebut nantinya tidak hanya digunakan sebagai kartu pegawai, akan tetapi bisa juga digunakan untuk pengambilan gaji.

KPE merupakan langkah maju bagi Pemkot magelang, yakni terkait upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada pegawainya sekaligus menciptakan tata pemerintahan yang baik. Dengan KPE tersebut, data base pegawai bisa tertata rapi, Selain itu, pengawasan dan pengendalian menjadi lebih ketat sehingga akan terhindar dari kasus manipulasi data kepegawaian yang berdampak pada keuangan negara.

Lebih lanjut , wikan menambahkan, kedepan KPE tersebut akan dikembangkan menjadi kartu layanan yang multiguna. Antara lain sebagai kartu Asuransi Kesehatan, Taspen, Taperum dan lain sebagainya.

"Kartu ini nanti nggak cuma jadi kartu pegawai tapi juga bisa untuk mengambil gaji, kita sudah bekerjasama dengan Bank Jateng Magelang" Jelas Wilkan Kepada Fast FM (21/06)

Perlu diketahui bahwa tahun ini, Pemkot Magelang memiliki PNS sebanyak 4600 orang. Diharapkan KPE bisa meningkatkan kedispilnan daan kinerja mereka dalam pelayanan terhadap masyarakat. Setidaknya 15 daerah di Jawa Tengah telah menerapkan program tersebut.(F1)


Pemerintah Belum Beri Bantuan Untuk Korban Longsor Di Magelang



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Pemerintah Kabupaten Magelang belum memutuskan akan memberikan bantuan, terhadap korban luka akibat lonsor tebing di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Merapi pada sabtu lalu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Penanganan Bencana Kabupaten Magelang, Eko Triono mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi dari Pemerintah Desa maupun Kecamatan Kajoran, terkait meninggalnya warga mereka di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Merapi itu.

“Sampai saat ini, saya memang belum melihat laporan itu, mudah - mudahan Kepala Desa sudah membuat, namun hanya belum sampai ke saya,” Jelas Eko di ruang kerjanya (21/06)

Lebih lanjut Eko menuturkan, bahwa lonsornya tebing di kawasan penambangan itu, bukanlah bencana alam, namun melainkan karena ulah para penambang yang terus menggali pasir di lokasi itu. Oleh karena itu, pemerintah setempat tidak akan menganggarkan bantuan dari dana bencana.

“Kalau kecelakaan kerja dianggaran bencana tidak ada, namun nanti kita akan menunggu petunjuk dari bapak bupati, jadi angaran kan bisa instilahnya dari kesra dari sosial, nanti akan kita lihat kebijakan dari beliau (Bupati=Red),” Tambahnya.

Gunung Merapi kembali memakan korban, dimana seorang penambang pasir bernama Salim, warga Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, tewas tertimpa longsoran tebing pada Sabtu (19/06) petang.

Kejadian tebing longsor di aliran Sungai Bebeng, Eks Dusun Cawang Wetan, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang itu, juga melukai penambang lain, Jahro alias Bahril, yang tidak lain tetangga salim.(F1)


Sarasehan Adipura Sekaligus Pamitan Walikota



Oleh: Fitriana Ika

Fast Pojok Kota- Setelah menggelar kirap Adipura keliling kota tempo hari, Pemerintah Kota Magelang menggelar sarasehan Adipura, di 17 kelurahan di Kota Magelang. Sarasehan tersebut merupakan forum sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih.

Kepala Bagian Humas, Protokol, dan Santel Pemerintah Kota Magelang, Bambang Rijantoko kepada Fast FM menjelaskan, dalam sarasehan Adipura tersebut, masyarakat akan dimotivasi untuk menjaga lingkungan tetap bersih, hijau serta diberi materi-materi terkait pengelolaan sampah.

“Forum ini sebagai upaya untuk sosialisasi buaya hidup bersih bagi masyarakat, sekaligus walikota dan wakil walikota akan pamitan kepada warga masyarakat sehubungan masa jabatan habis bulan depan..” jelas Bambang (21/06)

Selain bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan, sarasehan itu juga sekaligus sebagai forum pamitan walikota dan wakil walikota Magelang, H Fahriyanto dan Noor Muhammad, kepada masyarakat kota magelang,yang habis masa bhaktinya pada 29 Agustus 2010 mendatang.

Sarasehan Adipura dimulai pukul 20.00 malam ini, di Kelurahan Kramat Utara. Dan terakhir akan diselenggarakan di Kelurahan Jurangombo Utara pada 19 Juli 2010 mendatang.(F1)


Gratis Masuk Borobudur Bagi Siswa Berprestasi



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelajar berprestasi, Taman Wisata Candi Borobudur membebaskan biaya masuk bagi siswa berprestasi.

Kepala Unit Taman Wisata Borobudur, Pujo Suwarno, kepada Fast FM mengatakan, pembebasan biaya masuk hanya untuk siswa SMP dan SMA di Magelang.

“Kami memberikan apresiasi terhadap siswa siswa yang berprestasi khususnya rangking satu sampai dengan rangking lima di sekolah, kami berikan kesempatan untuk berkunjung ke Borobudur secara gratis,” Jelas Pujo di Magelang (21/06)

Tarif masuk Taman Wisata Borobudur bagi pelajar Rp 11 ribu, lebih murah dibanding pengunjung umum,yang mencapai Rp 15 ribu per orang pada hari Senin hingga Jumat. Adapun pada Sabtu dan Minggu, harga tiket masuk lebih mahal lagi, yakni sebesar Rp 17.500 per orang.(F1)


Duta Wisata 2010 Kota Magelang



Oleh: Fitriana Ika

Fast Pojok Kota- Sebagai upaya membangun dan mewujudkan brand image Kota Magelang sebagai Kota Jasa, serta pengembangan pariwisata, tahun ini, Pemerintah Kota mgelang melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Magelang (DISPORBUDPAR) kembali menggelar Pemilihan DUTA WISATA 2010.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Sri Subekti Kepada Fast FM mengatakan, tujuan pemilihan duta wisata tersebut untuk mendapatkan sosok tokoh muda yang kreatif, penuh inisiatif dinamis, berjati diri dan berwawasan luas mengenal kota magelang khususnya, Jawa tengah dan Indonesia pada umumnya.

“Target pemilihan tersebut adalah seluruh masyarakat, baik pelajar, mahasiswa, karyawan maupun umum yang ber-KTP Kota Magelang. Berusia miminal 17 tahun dan maksimal 25 tahun,” jelas Sri Subekti Kepda fast FM (21/06)

Rangkaian acara Pemilihan Duta Wisata tersebut telah dimulai dengan pendaftaran peserta 1 Juni lalu hingga 30 Juni mendatang, dan berpuncak pada Malam Penobatan tanggal 24 Juli 2010 mendatang, di gedung A. Yani Magelang.

Juara memperoleh trofi penghargaan, beserta uang pembinaan. Selanjutnya Juara Duta Wisata selain akan terlibat dalam promosi potensi wisata Kota Magelang, juga akan dilibatkan dalam setiap kegiatan resmi Pemkot Magelang seperti penyambutan tamu kehormatan, karnaval pembangunan, maupun event-event budaya di Kota Magelang.

“Selain itu, juara I (putra-putri=Red) juga berhak mewakili Kota Magelang dalam Pemilihan Duta Wisata tingkat Propinsi Jawa Tengah,” pungkasnya.(F1)


Minggu, 20 Juni 2010

Lagi, Penambang Mati tertimbun Pasir



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Gunung Merapi kembali memakan korban. Seorang penambang pasir bernama Salim, 22, warga Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang tewas tertimpa longsoran tebing. Kejadian tebing longsor di aliran Sungai Bebeng, eks Dusun Cawang Wetan, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang itu juga melukai penambang lain, Jahro alias Bahril, 45, tetangga Salim.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, peristiwa naas itu berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Dua korban bersama tiga penambang lain diketahui telah beraktivitas di lokasi kejadian selama tiga hari terakhir. Bebeberapa saat sebelum kejadian, kelima penambang manual masih sibuk mengumpulkan pasir untuk dijual ke awak truk. Tak dinyana, diawali suara bergumuruh, tebing setinggi sekitar 25 meter diatas para penambang runtuh.

“Kejadiannya sangat cepat. Kami yang sedang memindahkan pasir ke alat pengangkut hanya bisa menyelamatkan diri masing-masing,” tutur Mahrus, saksi sekaligus rekan korban yang selamat.

Mahrus dan dua penambang lain berhasil lolos dari sergapan runtuhan pasir dan batu tebing. Sementara Salim dan Bahril, tak sempat lari menyelamatkan diri dan tubuh keduanya menghilang dibalik tumpukan puluhan kubik pasir dan batu. Sejumlah penambang yang berupaya memberikan pertolongan menemukan Bahril dalam keadaan selamat dibalik runtuhan, tak berapa lama usai kejadian.

Meski demikian, dia mengalami luka cukup parah di bagian dadan dan punggung akibat tertimpa serta terjepit longsoran. Bahril langsung dievakuasi ke RSU Muntilan menggunakan truk pasir untuk mendapat pertolongan.

“Dia belum bisa minum dan banyak bicara soalnya dada dan lehernya terhimpit batu besar,” kata Yulianto, rekan korban.

Usai penemuan jenazah Salim, dipimpin Kaur Binops Reskrim Iptu Prianggo, polisi melakukan identifikasi terhadap para korban dan saksi serta menggelar olah tempat kejadian perkara. “Kami masih melakukan penyelidikan apakah lokasi kejadian berada di area Taman Nasional Gunung Merapi atau tidak. Untuk sementara, kejadian ini musibah,” tutur Kasat Reskrim AKP Slamet Riyadi.(F1)


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Fast Pojok Kota Copyright © 2010 Edited DK Media is Designed by Pak Nano Payaman