GUS YUSUF

KH Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang

Habib Syekh

Habib Syekh Solo bersama Gus Yusuf

Peduli Merapi

Penyerahan Bantuan peduli merapi

FASTA VAGANZA

Fasta vaganza dalam rangka Khaflah API Tegelrejo bersama band Five Minutes

Selasa, 05 Juli 2011

Antisipasi Antrax, Dinas Peternakan Magelang Siapkan 407 Liter Disinfektan



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Antisipasi masuknya virus Antrax di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Dinas Peternakan dan Perikanan setempat, mengaku telah menyiapkan sebanyak 407 liter disinfektan. Selain menyiapkan Disinfektan, dinas juga membuka posko pengaduan kematian hewan.

Kepala Seksi Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan Kabupaten Magelang, John Manglampy mengatakan, sebenarnya stok disinfektan yang dimiliki lebih dari 407 liter, namun sebagian disinfektan itu kini telah di bagikan ke kecamatan- kecamatan yang berbatsan langsung dengan wilayah endemis Antrax.

“Disinfektan ini sekarang kami punya stok 407 liter, dan kemarin, beberapa kecamatan sudah kami bagi, kecamatan yang langsung berbatasan dengan kabupaten semarang, dengan kabupaten boyolali, serta dengan kabupaten sleman,” kata Jhon di Magelang, Jum’at (17/6)

Sementara itu, semakin menghawatirkanya penyebaran virus antrax di beberapa wilayah di jawa tengah, selain menyiapkan disinfektan, dinas peternakan kabupaten magelang, juga membuka posko pengaduan kematian hewan, menurut Jhon, posko tersebut dipusatkan di kantor dinas setempat:

“Buka posko disini, jadi dinas punya posko, nomor telpnya no telp kantor, silahkan kalu ada kematian,” ungkap Jhon.

Posko pengaduan sendiri, dibuka 24 jam, pengaduan bisa dilakukan melalui telp, maupun datang langsung ke kantor dinas, Selain penyakit antrax, menurut john, kabupaten magelang saat ini juga mewaspadai 5 penyakit priorotas lainnya yakni okulera, rabies, antrax, broselosis dan avian influensa.

Hingga pertengahan Juni ini sendiri, Jhon memastikan, Kabupaten Magelang masih aman dari virus yang kebanyakan menyerang hewan Sapi tersebut. “Ya tetep antisipasi, tapi sementara sampai saat ini, belum ada laporan atau kasus antarax yang menyerang pada ternak kami, jadi sampai saat ini Kabupaten Magelang masih aman dari Antrax,” Jelas John.

Merebaknya virus Antrax di beberapa wilayah, ternyata juga sempat mempengaruhi harga penjulan sapi hidup dibebrapa pasar hewan di Kabupaten Magelang.

”Saat erupsi merapi kemudian ditambah lagi dengan isu virus Antrax harga jual sapi juga sempat anjlok, bahkan yang biasanya 6 hingga 7 juta perekor, saat itu sempat hanya laku 3 hingga 3,5 juta per ekor, tapi sekarang berangsur sudah normal kembali, terlebih pasca penghentian ekspor sapi Australia,” kata Yono peternak Sapi.

Related Articles :


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Fast Pojok Kota Copyright © 2010 Edited DK Media is Designed by Pak Nano Payaman