GUS YUSUF

KH Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang

Habib Syekh

Habib Syekh Solo bersama Gus Yusuf

Peduli Merapi

Penyerahan Bantuan peduli merapi

FASTA VAGANZA

Fasta vaganza dalam rangka Khaflah API Tegelrejo bersama band Five Minutes

Kamis, 21 April 2011

Sistem Komputerisasi, Banyak Siswa SMALB Kesulitan Isi Lembar Jawaban



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Sebanyak 12 pelajar SMA Luar Biasa Yayasan Pendidikan dan Penyantunan Anak Luar Biasa (YPPALB) Kota Magelang, Jawa Tengah, hingga Kamis (21/4), juga masih mengerjakan soal – soal ujian nasional (UN).

Pelaksanaan UN SMALB yang disamakan dengan SMA biasa, membuat peserta UN di sekolah ini kesulitan mengisi lembar jawab komputer (LJK) terutama dalam mengarsir lingkaran jawaban.

“Beberapa siswa terutama yang siswa tuna rungu kesulitan saat mengisi LJK, terutama saat membuat arsiran bulat sering melenceng - melenceng” kata Kepala Sekolah setempat, Bakir disela memantau hari terakhir UN di sekolahnya, Kamis (21/4)

Menurut Bakir, berbagai upaya untuk menjelaskan mengenai lembar jawan ini, sebetulnya telah dilakukan oleh pihak sekolah, seperti memperbanyak latihan pengisian lembar jawaban sebelum UN berlangsung.

Sebanyak 12 siswa tersebut meliputi 4 siswa Tuna Grahita, serta 8 siswa Tuna Rungu. Tidak jauh berbeda dengan peserta UN pada umumnya, mereka juga tampak serius mengerjakan soal-soal UN, meski sesekali mereka juga terlibat saling canda dengan teman sekelasnya.

Bakir menambahkan, semua standarisasi UN untuk SMA Luar Biasa sama dengan SMA pada umumnya. Mulai dari jumlah soal, waktu pengerjaan, hingga jadwal mata pelajaran yang diujikan, semua sama dengan SMA pada umumnya.

“Yang berbeda hanya pada bobot soal serta kurikulum, untuk sekolah kami tentunya lebih mudah dan disesuaikan dengan kemampuan anak didik,” tambahnya.

Yulianto, pengawas ujian, mengaku memberikan toleransi tersendiri kepada peserta UN di SMALB ini, terlebih mengenai kesulitan dalam pengisian lembar jawaban itu. “Toleransi yang kami berikan hanyalah sebatas kesalahan dalam pengisian data siswa dan data sekolah, apabila terdapat kesalahan kami bantu, namun kalau jawaban jelas tidak mungkin kami bantu,” kata Yuli.

Kendati mereka tergolong pelajar yang “Luar biasa” namun mereka optimis akan dapat menyesaikan ujian nasional tahun ini. “Siap lulus,” ungkap Andi Gunawan salah satu peserta sebelum memasuki ruangan ujian.(F1)

Related Articles :


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 komentar:

Posting Komentar

VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Fast Pojok Kota Copyright © 2010 Edited DK Media is Designed by Pak Nano Payaman