GUS YUSUF

KH Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang

Habib Syekh

Habib Syekh Solo bersama Gus Yusuf

Peduli Merapi

Penyerahan Bantuan peduli merapi

FASTA VAGANZA

Fasta vaganza dalam rangka Khaflah API Tegelrejo bersama band Five Minutes

Rabu, 11 Agustus 2010

Kota Magelang Raih Anugerah Ristek



Oleh : Ika Fitriana

Fast Pojok Kota - Pemerintah Kota Magelang tahun ini kembali berhasil meraih penghargaan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yaitu Anugerah Ristek untuk Pemerintah Kabupaten/ Kota sebagai Daerah Cerdas Iptek. Penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang memberikan perhatian secara mendalam dalam pengembangan Iptek di daerahnya.

Kabag Humas, Protokol dan Santel Sekda Kota Magelang Drs. H. Bambang Rijantoko mengatakan, Kota Magelang mendapatkan penghargaan Anugerah Iptek sebagai Daerah Cerdas Iptek karena merupakan daerah yang mempunyai komponen sistem inovasi daerah yang paling lengkap. "Penyerahan penghargaan langsung diberikan oleh Wakil Presiden kepada Walikota Magelang di Istana Wapres Jakarta, pada Selasa, (10/08)lalu," papar Bambang, di kantornya, Rabu (11/08).

Tahun lalu, tambahnya, Kota Magelang juga berhasil menerima penghargaan tersebut. Alasannya, Kota Magelang mampu menerapkan komponen-komponen Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam sistem daerahnya. Komponen-komponen tersebut maliputi: Jaringan Iptek, Iptek Lingkungan, Kreativitas Iptek, Kelembagaan Iptek, SDM Iptek, Kegiatan Litbang Iptek, Penerapan Iptek, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Iptek, dan Pengembangan Program Iptek.

Kota Getuk ini merupakan menjadi salah satu dari 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di Indonesia yang meraih penghargaan Iptek. Kota/Kabupaten khususnya dari Jawa Tengah yang juga meraih penghargaan tersebut, antara lain Kab Bantul, Kab Sleman, Kab Jepara, Kab Sragen serta Kota Surakarta. (F2)


Puasa Jangan Dijadikan Alasan Malas Bekerja



Oleh : Ika Fitriana

Fast Pojok Kota – Pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Magelang diminta agar tetap bekerja seperti biasa dalam suasana bulan Suci Ramadhan 1431 Hjriah, dan jangan menjadikan puasa sebagai alasan untuk tidak masuk kantor.

"Beribadah puasa itu jangan dijadikan alasan untuk tidak masuk kerja, sejatinta bekerja juga ibadah,” kata Djadmo Wahyudi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Magelang, Rabu (11/08).

Selama bulan ramadhan ini, katanya, akan dilakukan inspeksi mendadak di seluruh instansi dan SKPD, jadi apabila ada PNS yang tidak masuk kantor atau bolos bekerja, maka yang bersangkutan akan diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Pihaknya juga telah membuat pengurangan jam kerja selama bulan Ramadhan ini. Pada hari Senin dampai Kamis, kerja dimuali pukul 08.00 WIB hingga 14.30 WIB, sedangkan khusus hari Jum’at dari pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB. Sebelum ramadhan ini pihaknya juga telah memberikan cuti nyadran secara bertahap kepada PNS.

“Dengan adanya perubahan jam kerja itu, dan diberikan cuti nyadran, tidak ada lagi PNS yang bolos, datang terlambat ataupun pulang lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan,” tegasnya. (F2)


Senin, 09 Agustus 2010

Sambut Ramadhan dengan Pawai Ta’aruf


Oleh : Ika Fitriana

Fast Pojok Kota - Beragam cara untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1431 Hijriyah. Salah satunya dengan menggelar acara pawai Ta’aruf ribuan anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) yang berlangsung di alun-alun Kota Magelang, Senin, (09/08).

Kegiatan ini Diikuti oleh sekitar 2500 anak-anak dari 70 TK Islam, Umum dan Pendidikan Usia Dini (PAUD) seluruh Kota Magelang. Merupakan kerjasama antara Persatuan Guru TK Islam (PGTKI), Dinas Pendidikan, dan Kementrian Agama Kota Magelang.

“Pawai Ta’aruf ini untuk meningkatkan syi’ar Islam ukhuwah Islamiyah khususnya keluarga besar TK Islam se-kota Magelang, menjali persaudaraan dalam mengemban tugas mencerdaskan anak-anak didik bangsa dan negara” ujar Nafsiyah Widodo, Ketua PGTKI Kota Magelang kepada FAST FM.

Tampak anak-anak bergembira dengan berpakaian muslim berwarna warni berkumpul di lapangan alun-aun Kota Magelang, mereka kemudian melakukan pawai sambil bernyanyi dan mengusung spanduk bertuliskan ajakan untuk berpusaa dan ain sebagainya, menuju jalan pemuda, jalan tentara pelajar dan kembali ke Alun-alun.(F2)


FKDM Sebagai Upaya Kewaspadaan Dini



Oleh :Ika Fitriana

Fast Pojok Kota - Sebagai upaya untuk mewujudkan ketenteraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat, Pemerintah Kota Magelang merasa perlu melakukan upaya-upaya kewaspadaan dini kepada masyarakat

Karena itu, Pemkot melalui Kesatuan bangsa politik perlindungan masyarakat (Kesbangpolinmas) membentuk Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dan Dewan Penasihat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewaspadaan Dini Masyarakat.

Kepala Kesbangpolinmas Kota Magelang, Suryantoro mengatakan kewspadaan dini dilakukan dengan menanamkan kepekaan, kesiagaan dan antisipasi masyarakat dalam menghadapi potensi dan indikasi timbulnya bencana, baik bencana perang, bencana alam maupun bencana karena ulah manusia.

”FKDM mempunyai tugas diantaranya, menjaring, menampung, mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan data dan informasi dari masyarakat mengenai potensi ancaman keamanan, gejala atau peristiwa bencana dalam rangka upaya pencegahan dan penanggulangannya secara dini,’ terangnya saat pengukuhan pengurus FKDM periode 2010-2013, di Aula Kesbangpolinmas, Senin (09/08).

Lembaga itu, tambahnya, juga mempunyai tugas memberikan rekomendasi sebagai bahan pertimbangan bagi pemrintah mengenai kebijakan yang berkaitan dengan kewaspadaan dini masyarakat.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Wakil walikota Magelang Noor Muhammad, Ketua FKDM Provinsi Jawa Tengah, Wakil Ketua DPRD, dan jajaran muspida kota Magelang. (F2)


Aksi Mahasiswa di DPRD Tegang


Oleh : Ika Fitriana

Fast Pojok Kota – Lambatnya pembangunan Pasar Rejowinangun kembali mengundang aksi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang dan Ikatan Mahsiswa Muhammadiyah Magelang di depan Gedung DPRD Kota Magelang, Senin (09/08) siang.

Koordinator aksi, Zamzam menyatakan, carut marutnya tata pemerintahan Kota Magelang semakin terlihat ketika Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) diam saja melihat kelakuan Pemkot kaitannya dengan pembangunan pasar, yang berakibat pada ketidakjelasan masa depan para pedagang, ketika masa jabatan Walikota Fahriyanto akan habis.

“Ia yang nyatanya tidak mampu menangani proses pembangunan Pasar telah menutup mata dan telinga serta hati nurani tanpa ingin tahu bagaimana penderitaan rakyat” teriaknya.

Mereka kemudian mendesak DPRD untuk menandatangani kontrak politik, yang antara lain berisi tuntutan kepada DPRD agar meninjau ulang laporan pertanggungjawaban Walikota Magelang terkait alokasi dana pembangunan pasar.

Selain itu, mereka juga mendesak Walikota terpilih pada Pemilu 2010 untuk menjadikan program pembangunan pasar menjadi program yang pertama dan utama. “Walikota terpilih harus mampu membangun pasar rejowinangun yang telah siap ditempati para pedagang selambat-lambatnya satu tahun setelah dilantik” tegasnya.

Dalam aksi tersebut sempat terjadi ketegangan antara para mahasiswa dengan sejumlah anggota DPRD, lantaran pihak DPRD yang diwakili Ketua DPRD Hasan Suryoyudo dan Ketua Fraksi Partai Democrat, Edy Sutrino menolak untuk menandatangni kontrak politik tersebut. Namun dapat diredam oleh sejumlah petugas.

Usai melakukan aksi, mereka kemudian long march dari gedung setempat ke kampus I Universtias Muhammadiyah Magelang. (F2)


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Fast Pojok Kota Copyright © 2010 Edited DK Media is Designed by Pak Nano Payaman