GUS YUSUF

KH Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang

Habib Syekh

Habib Syekh Solo bersama Gus Yusuf

Peduli Merapi

Penyerahan Bantuan peduli merapi

FASTA VAGANZA

Fasta vaganza dalam rangka Khaflah API Tegelrejo bersama band Five Minutes

Sabtu, 31 Juli 2010

Jelang Puasa, Harga Sembako Mulai Naik



Oleh : Ika Fitriana

FAST POJOK KOTA - Harga bahan kebutuhan pokok menjelang bulan puasa dan lebaran di sejumlah pasar tradisional di Kota Magelang mulai meroket. Kenaikan harga sudah dirasakan sejak sepekan lalu.

Di Pasar Penampungan Rejowinangun Magelang misalnya, harga beras rata-rata naik Rp. 800 hingga Rp. 1000 per kilo. Pekan lalu harga beras Rp. 6000 kini mencapai Rp. 6800. Tepung terigu harga semula Rp. 4500 kini Rp. 5000 per kilo. Minyak goreng curah semula Rp. 8500 naik menjadi Rp. 9000 per kilo.

"Telur ayam juga naik, Rp 12.000 menjadi Rp. 14.000 per kilo, Gula pasir dari harga Rp. 9000 rupiah menjadi Rp. 10.000 per kilo." terang Ida, salah satu pedagang di Pasar itu, Sabtu (31/07)

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas lain, seperti Bawang merah, harga semula Rp 10,000 menjadi Rp. 13.000 per kilo. Cabai rawit semula Rp. 18.000 kini naik menjadi Rp. 20.000 per kilo, cabai hijau dari Rp. 12.000 menjadi 15.000 rupiah per kilo.

Meski demikian, menurut Ida, masih terdapat beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan. Bawang putih misalnya, harga semula Rp. 26.000 turun menjadi Rp. 21.000 per kilo dan cabai merah dari Rp. 40.000 turun menjadi Rp. 28.000 perkilo.

"Biasanya kenaikan harga akan terus berlangsung hingga bulan Ramadhan dan lebaran tiba." tandas Ida. (F2)


Masjid Agung Magelang Tak Ubah Arah Kiblat




Oleh : Ika Fitriana


FAST POJOK KOTA - Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang pergeseran arah kiblat agaknya tidak mempengaruhi keyakinan arah kiblat Masjid Agung Kauman Magelang.

Ketua takmir masjid agung Kauman magelang, H. Jauhari kepada FAST FM menyatakan, tidak akan merubah arah kiblat masjid terbesar di Kota Magelang ini. Pasalnya sejak masjid dibangun 1650 oleh Kyai Mudzakir, arah kiblat sudah lurus dengan letak Masjidil Haram.

"Padahal, kala itu belum ditemukan kompas atau alat penentu arah lainnya, namun sudah bisa mengetahui arah kiblat. Ini adalah keajaiban, banyak masjid-masjid di Magelang yang mencontoh masjid ini." ujarnya, Sabtu (31/07).

Meski demikian pihaknya menyatakan tetap menghormati fatwa MUI dan pihaknya berharap berharap umat Islam tidak terlalu meresahkan permasalahan ini.

Seperti diberitakan, Baru-baru ini, umat Islam memang dikejutkan dengan munculnya fatwa MUI Pusat tentang keyakinan pergeseran arah kiblat MUI mengeluarkan fatwa Nomor 5 Tahun 2010 tentang arah kiblat yang bergeser menghadap ke barat laut dengan kemiringan bervariasi, sesuai letak geografis wilayah tempat masjid berada. Kisarannya sekitar 20 derajat antara arah Barat, dan Barat Laut. (F2)


Jumat, 30 Juli 2010

Konsumsi LPG 3 Kg di Magelang Tetap Stabil



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Ketakutan sebagian warga masyarakat dalam menggunakan tabung gas LPG ukuran 3 kg, ternyata hingga kini belum mempengaruhi angka konsumsui masyarakat Kabupaten Magelang, terhadap tabung gas itu.

Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang, Wibowo Setyo Utomo mengatakan, dari pantauan pihaknya hingga kini konsumsi masyarakat masih tetap tinggi.

“Saya lihat masih stabil, karena kita ditarget oleh pertamina sehari diatas 13 ribu tabung, saya rasa tidak ada pengaruhnya, belum mempengaruhi,” ungkap Wibowo kepada Fast FM di magelang (29/7)

Selanjutnya pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat, agar mengurangi ketakutan yang berlebihan terhadap penggunaan tabung Gas LPG 3 Kg.

“Kalau menurut saya, kalau sesuai ketentuan yang disarankan Pertamina, kenapa harus takut, tabungnya sudah ada standartnya, kesalahan itu biasanya di penggunaan, selang itu kadang – kadang gak bener, Nekuk (Tertekuk= Red), regulasi juga, kalu suara ngeses atau nggak enak, segera di cabut, jangan difungsikan,” pungkasnya.(F1)


Ratusan Perangkat Desa Akan Ddiberhentikan



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Ratusan perangkat desa yang terdirir atas kepala desa dan kepala dusun, di kabupaten Magelang, memprotes munculnya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Magelang nomor 2 tahun 2010, serta Perbup nomer 20 tahun 2010.

Pasalnya, Kedua perbub yang mengatur tentang petunjuk pelaksanaan tata cara pencalonan, pemilihan, pengangkatan, pelantikan dan pemberhentian perangkat desa itu, diputuskan tanpa ada tanggal penetapan dan pengundangan.

Padahal, Akibat perda dan perbup ini, tidak lama lagi dipastikan akan ada Ratusan kadus dan perangkat desa, yang diberhentikan karena umur atau pun masa kerja sudah selesai.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Kepala Urusan Desa (FKKUD) Kecamatan Dukun, Agus Purwoko mengatakan, kedua peraturan itu terkesan aneh, dikarenakan, Perbup dan Perda ini sampai ke perangkat desa tanggal 18 Juli 2010 lalu. Namun akhir juli ini perangkat desa yang telah habis masa jabatan harus diberhentikan.

“Apabila hal ini dibiarkan kami khawatir, hal ini bisa mengancam kelancaran pemerintahan desa, karena banyak perangkat desa dan kadus yang tiba-tiba harus diberhentikan,” kata Agus Purwoko, Jum’at (30/7)

Masrukhan, Kasubag Pemerintahan Desa Kabupaten Magelang membantah perda dan perbup tidak ada tanggal penetapan dan pengundangan. Menurut dia perda diundangkan tanggal 17 April 2010 dan Perbup tanggal 15 Juni 2010.

“Itu hanya hanya kesalahan tehnis saja, jadi dulu memang ketika perda itu masih dalam tataran pembahasan, ada beberapa yang minta draf untuk konsultasi public, juga pernah kita sampaikan di kecamatan dalam rangka menambah tanggapan, nah rupa – rupanya itu yang di copy oleh teman –teman perangkat desa,” jelas Masruchan.(F1)


Kamis, 29 Juli 2010

Dari Garut Jual Bendera ke Magelang



Oleh : Ika Fitriana

FAST POJOK KOTA - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI, Agustus mendatang, pedagang bendera, umbul-umbul dan berbagai accessories mulai menjamur di sejumlah jalan di Magelang.

Namun taukah anda? mayoritas pedagang bendera yang tersebar di Magelang adalah warga asli Garut Jawa Barat. Mereka sengaja datang ke Magelang untuk menjual bendera.

Seperti Aep Saepullah ,salah satu pedagang bendera, yang FAST FM temui di ruas Jl. Yogya-Magelang Mertoyudan. Aep mengaku hampir setiap tahun datang ke Magelang untuk menjual pernak-pernik tujuh belasan itu.

Ia bersama 30 rekannya sudah datang dari garut sejak sepekan yang lalu.mengontrak rumah di daerah Mertoyudan ini, setiap hari mereka menyebar di sejumlah titik strategis di Magelang untuk menggelar dagangan, dari Jam 08.00 – 16.00 WIB.

Meski mengaku masih sepi pembeli, namun mendekati hari H, pembeli akan semakin banyak, dan setidaknya ia akan meraup keuntungan Rp 1 juta lebih. “Biasanya satu minggu sebelum tanggal 17 pembeli ramai, yang paling banyak beli itu dari kantor-kantor, terus Pak RT, karang taruna, mereka beli dalam paket kodi” paparnya dengan logat khas sundanya.

Adapun harga bendera dan asesoris lainnya bervariasi, antara Rp15 ribu - Rp 30 ribu. Tergantung besar kecilnya bendera dan jumlahnya. (F2)


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Fast Pojok Kota Copyright © 2010 Edited DK Media is Designed by Pak Nano Payaman