GUS YUSUF

KH Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang

Habib Syekh

Habib Syekh Solo bersama Gus Yusuf

Peduli Merapi

Penyerahan Bantuan peduli merapi

FASTA VAGANZA

Fasta vaganza dalam rangka Khaflah API Tegelrejo bersama band Five Minutes

Kamis, 30 September 2010

Partisipasi Pemilih Pilkada Kota Magelang Turun




Oleh : Ika Fitriana

Fast Pojok Kota - Berdasarkan data KPU propinsi Jawa Tengah, tingkat partisipasi masyarakat Kota magelang dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2010, mengalami penurunan. Pada pilkada 2005 lalu, partisipasi pemilih bisa mencapai 77,2 persen, sedangkan tahun ini 71,02 persen.

Hal itu disampaikan Nuswantoro Dwiwarno, anggota KPU Jateng Divisi Kampanye dan Hubungan Kelembagaan, dalam acara evaluasi eksernal penyelenggaraan pemilu walikota dan wakil walikota Magelang 2010, di Gedung Wanita, Kamis (30/9). Evaluasi diikuti seluruh jajaran KPU setempat, Panwas, desk pilkada, LSM, parpol, ormas dan lainnya.

Nuswantoro menyebutkan, secara umum tingkat partisipasi pada 16 pilkada yang sudah digelar di Jawa Tengah selama 2010 rata-rata memang terbilang rendah atau menunjukkan tren menurun, hanya mencapai 75 persen. Kecuali pilkada di Kota Pekalongan yang mengalami kenaikan 2,05 persen," terangnya.

Berdasarkan evaluasinya, penyebab penurunan itu, berbagai kemungkinan antarai lain ada faktorkejenuhan atau calon kepala daerah tidak sesuai dengan harapan mereka."Ini bisa menjadi catatan penting bagi partai politik, ormas, juga KPU pusat," imbuhnya.

Meski demikian, katanya, khusus di wilayah Kota Magelang, jumlah partisipan termasuk cukup bagus karena masuk dalam grade 70 lebih mencapai 71,02 persen.

Untuk diketahui, dari 16 pilkada yang telah ditetapkan hasilnya, sebanyak 11 pasangan diantaranya sudah dilantik sebagai bupati/walikota dan wakil bupati/wakil walikota. (F2)

*) foto: pemilukadajateng2010.wordpress


Rabu, 29 September 2010




Ali Mufiz, Mantan Gubernur Jateng, saat berkunjung ke Studio Radio FAST FM, didampingi direkur utama H. Muhammad Yusuf Ch (Gus Yusuf), Rabu (29/9)





Ali Mufiz, Mantan Gubernur Jateng, saat berkunjung ke Studio Radio FAST FM, Rabu (29/9)


1 Oktober, 53 anggota SAR Kabupaten Magelang Disiagakan



Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Menyikapi meningkatnya aktivitas Gunung Merapi di Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang, mulai melakukan berbagai langkah antisipasi dini, salah satunya dengan menyiagakan tim Search And Rescue (SAR) selama 24 jam, mulai 1 oktober mendatang.

“Untuk mensikapi kondisi waspada merapi, tim SAR Kabupaten Magelang bersiaga direncanakan mulai satu oktober, kita bersiaga disiapkan selama 24 jam sampai menunggu pentunjuk lebih lanjut,” kata Komandan SAR Kabupaten Magelang, Heri Prawoto, kepada Fast FM di Magelang Rabu (29/9).

Heri mengatakan, jumlah personil yang disiagakan itu berjumlah 53 personil, merekan akan berjaga selam 24 jam, dan terbagi kedalam Dua Sif, yang terdiri masing – masing sif Tiga personil.

“Yang kita siagakan secara keseluruhan ada 53 personil, Satu sifnya 3 orang untuk tahap pertama dalam kondisi status merapi waspada,” ungkapnya.

Namun menurut Heri, apabila sewaktu – waktu akltivitas Merapi ditingkatkan ke tingkat Siaga. Maka pihaknya juga akan melipat gandakan jumlah personil yang bersiaga.

“Namun seandainya merapi meningkat menjadi siaga, maka akan kita lipat gandakan menjadi 10 orang untuk setiap hari,” pungkasnya.(F1)


Senin, 27 September 2010

Mayoritas Jalur Evakuasi Merapi Rusak Berat



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Mayoritas jalur evakuasi terhadap bahaya letusan Gunung Merapi di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dalam kondisi rusak berat. Pemerintah Kecamatan setempat mengaku telah berulang kali mengusulkan namun hingga kini belum terealisasi.

Menurut Camat Kecamatan Dukun, Ali Styadi, kerusakan jalur utama evakuasi tersebut, saat ini merupakan kendala utama bagi pihaknya dalam menyikapi meningkatnya atifitas Gunung Merapi.

“Memang kendala sementara ini di Kecamatan Dukun, sebagian besar untuk jalur evakuasi, kondisi jalan ini rusak, perlu pemikiran ini, Padahal itu nanti kalau waktunya mendesak harus segera evakuasi warga, memang kita mengalami kesulitan,” keluh Ali di Kantornya, Senin (27/9)

Menurut Ali, kerusakan paling parah terjadi di Dua lokasi.”Kalau dikeningar itu jalur yang dari desa ke TPS(Tempat pengungsian Sementara) itu 60 hingga 70% rusak, namun kalau krinjing dan mangunsoko ini yang paling parah, karena jalan disitu kecepatan sampai 20km/jam pun sangat kesulitan,” tambahnya.

Terkait kerusakan jalur evakuasi itu, pihaknya juga mengaku telah mengadukan permasalahan ini ke pemerintah Kabupaten Magelang sejak lama, namun kenyataannya hingga kini belum terealisasi.

“Kalau pengusulan sudah, ini memang belum terialisir, mudah mudahan nanti sebelum ada evakuasi mungkin ada pemikiran lain sehingga segera dibenahi,” pungkasnya.(E1)

Foto : Ahmad Muslim / Fast Pojok Kota


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Fast Pojok Kota Copyright © 2010 Edited DK Media is Designed by Pak Nano Payaman