GUS YUSUF

KH Yusuf Chudlori Tegalrejo Magelang

Habib Syekh

Habib Syekh Solo bersama Gus Yusuf

Peduli Merapi

Penyerahan Bantuan peduli merapi

FASTA VAGANZA

Fasta vaganza dalam rangka Khaflah API Tegelrejo bersama band Five Minutes

Senin, 21 Juni 2010

Pemerintah Belum Beri Bantuan Untuk Korban Longsor Di Magelang



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Pemerintah Kabupaten Magelang belum memutuskan akan memberikan bantuan, terhadap korban luka akibat lonsor tebing di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Merapi pada sabtu lalu.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Penanganan Bencana Kabupaten Magelang, Eko Triono mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi dari Pemerintah Desa maupun Kecamatan Kajoran, terkait meninggalnya warga mereka di kawasan penambangan pasir di lereng Gunung Merapi itu.

“Sampai saat ini, saya memang belum melihat laporan itu, mudah - mudahan Kepala Desa sudah membuat, namun hanya belum sampai ke saya,” Jelas Eko di ruang kerjanya (21/06)

Lebih lanjut Eko menuturkan, bahwa lonsornya tebing di kawasan penambangan itu, bukanlah bencana alam, namun melainkan karena ulah para penambang yang terus menggali pasir di lokasi itu. Oleh karena itu, pemerintah setempat tidak akan menganggarkan bantuan dari dana bencana.

“Kalau kecelakaan kerja dianggaran bencana tidak ada, namun nanti kita akan menunggu petunjuk dari bapak bupati, jadi angaran kan bisa instilahnya dari kesra dari sosial, nanti akan kita lihat kebijakan dari beliau (Bupati=Red),” Tambahnya.

Gunung Merapi kembali memakan korban, dimana seorang penambang pasir bernama Salim, warga Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, tewas tertimpa longsoran tebing pada Sabtu (19/06) petang.

Kejadian tebing longsor di aliran Sungai Bebeng, Eks Dusun Cawang Wetan, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang itu, juga melukai penambang lain, Jahro alias Bahril, yang tidak lain tetangga salim.(F1)


Sarasehan Adipura Sekaligus Pamitan Walikota



Oleh: Fitriana Ika

Fast Pojok Kota- Setelah menggelar kirap Adipura keliling kota tempo hari, Pemerintah Kota Magelang menggelar sarasehan Adipura, di 17 kelurahan di Kota Magelang. Sarasehan tersebut merupakan forum sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan bersih.

Kepala Bagian Humas, Protokol, dan Santel Pemerintah Kota Magelang, Bambang Rijantoko kepada Fast FM menjelaskan, dalam sarasehan Adipura tersebut, masyarakat akan dimotivasi untuk menjaga lingkungan tetap bersih, hijau serta diberi materi-materi terkait pengelolaan sampah.

“Forum ini sebagai upaya untuk sosialisasi buaya hidup bersih bagi masyarakat, sekaligus walikota dan wakil walikota akan pamitan kepada warga masyarakat sehubungan masa jabatan habis bulan depan..” jelas Bambang (21/06)

Selain bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan, sarasehan itu juga sekaligus sebagai forum pamitan walikota dan wakil walikota Magelang, H Fahriyanto dan Noor Muhammad, kepada masyarakat kota magelang,yang habis masa bhaktinya pada 29 Agustus 2010 mendatang.

Sarasehan Adipura dimulai pukul 20.00 malam ini, di Kelurahan Kramat Utara. Dan terakhir akan diselenggarakan di Kelurahan Jurangombo Utara pada 19 Juli 2010 mendatang.(F1)


Gratis Masuk Borobudur Bagi Siswa Berprestasi



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Sebagai bentuk apresiasi terhadap pelajar berprestasi, Taman Wisata Candi Borobudur membebaskan biaya masuk bagi siswa berprestasi.

Kepala Unit Taman Wisata Borobudur, Pujo Suwarno, kepada Fast FM mengatakan, pembebasan biaya masuk hanya untuk siswa SMP dan SMA di Magelang.

“Kami memberikan apresiasi terhadap siswa siswa yang berprestasi khususnya rangking satu sampai dengan rangking lima di sekolah, kami berikan kesempatan untuk berkunjung ke Borobudur secara gratis,” Jelas Pujo di Magelang (21/06)

Tarif masuk Taman Wisata Borobudur bagi pelajar Rp 11 ribu, lebih murah dibanding pengunjung umum,yang mencapai Rp 15 ribu per orang pada hari Senin hingga Jumat. Adapun pada Sabtu dan Minggu, harga tiket masuk lebih mahal lagi, yakni sebesar Rp 17.500 per orang.(F1)


Duta Wisata 2010 Kota Magelang



Oleh: Fitriana Ika

Fast Pojok Kota- Sebagai upaya membangun dan mewujudkan brand image Kota Magelang sebagai Kota Jasa, serta pengembangan pariwisata, tahun ini, Pemerintah Kota mgelang melalui Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kota Magelang (DISPORBUDPAR) kembali menggelar Pemilihan DUTA WISATA 2010.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, Sri Subekti Kepada Fast FM mengatakan, tujuan pemilihan duta wisata tersebut untuk mendapatkan sosok tokoh muda yang kreatif, penuh inisiatif dinamis, berjati diri dan berwawasan luas mengenal kota magelang khususnya, Jawa tengah dan Indonesia pada umumnya.

“Target pemilihan tersebut adalah seluruh masyarakat, baik pelajar, mahasiswa, karyawan maupun umum yang ber-KTP Kota Magelang. Berusia miminal 17 tahun dan maksimal 25 tahun,” jelas Sri Subekti Kepda fast FM (21/06)

Rangkaian acara Pemilihan Duta Wisata tersebut telah dimulai dengan pendaftaran peserta 1 Juni lalu hingga 30 Juni mendatang, dan berpuncak pada Malam Penobatan tanggal 24 Juli 2010 mendatang, di gedung A. Yani Magelang.

Juara memperoleh trofi penghargaan, beserta uang pembinaan. Selanjutnya Juara Duta Wisata selain akan terlibat dalam promosi potensi wisata Kota Magelang, juga akan dilibatkan dalam setiap kegiatan resmi Pemkot Magelang seperti penyambutan tamu kehormatan, karnaval pembangunan, maupun event-event budaya di Kota Magelang.

“Selain itu, juara I (putra-putri=Red) juga berhak mewakili Kota Magelang dalam Pemilihan Duta Wisata tingkat Propinsi Jawa Tengah,” pungkasnya.(F1)


Minggu, 20 Juni 2010

Lagi, Penambang Mati tertimbun Pasir



Oleh: Ahmad Muslim

Fast Pojok Kota- Gunung Merapi kembali memakan korban. Seorang penambang pasir bernama Salim, 22, warga Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang tewas tertimpa longsoran tebing. Kejadian tebing longsor di aliran Sungai Bebeng, eks Dusun Cawang Wetan, Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang itu juga melukai penambang lain, Jahro alias Bahril, 45, tetangga Salim.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, peristiwa naas itu berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Dua korban bersama tiga penambang lain diketahui telah beraktivitas di lokasi kejadian selama tiga hari terakhir. Bebeberapa saat sebelum kejadian, kelima penambang manual masih sibuk mengumpulkan pasir untuk dijual ke awak truk. Tak dinyana, diawali suara bergumuruh, tebing setinggi sekitar 25 meter diatas para penambang runtuh.

“Kejadiannya sangat cepat. Kami yang sedang memindahkan pasir ke alat pengangkut hanya bisa menyelamatkan diri masing-masing,” tutur Mahrus, saksi sekaligus rekan korban yang selamat.

Mahrus dan dua penambang lain berhasil lolos dari sergapan runtuhan pasir dan batu tebing. Sementara Salim dan Bahril, tak sempat lari menyelamatkan diri dan tubuh keduanya menghilang dibalik tumpukan puluhan kubik pasir dan batu. Sejumlah penambang yang berupaya memberikan pertolongan menemukan Bahril dalam keadaan selamat dibalik runtuhan, tak berapa lama usai kejadian.

Meski demikian, dia mengalami luka cukup parah di bagian dadan dan punggung akibat tertimpa serta terjepit longsoran. Bahril langsung dievakuasi ke RSU Muntilan menggunakan truk pasir untuk mendapat pertolongan.

“Dia belum bisa minum dan banyak bicara soalnya dada dan lehernya terhimpit batu besar,” kata Yulianto, rekan korban.

Usai penemuan jenazah Salim, dipimpin Kaur Binops Reskrim Iptu Prianggo, polisi melakukan identifikasi terhadap para korban dan saksi serta menggelar olah tempat kejadian perkara. “Kami masih melakukan penyelidikan apakah lokasi kejadian berada di area Taman Nasional Gunung Merapi atau tidak. Untuk sementara, kejadian ini musibah,” tutur Kasat Reskrim AKP Slamet Riyadi.(F1)


VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

ENTER-TAB2-CONTENT-HERE

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HERE
 

Fast Pojok Kota Copyright © 2010 Edited DK Media is Designed by Pak Nano Payaman